IDR
  • IDR

Enjoy Free Shipping for every purchase above 400K rupiah

#BreaktheBias to Go #BeyondtheLimit: Pentingnya Melampaui Batas Bias Gender Untuk Kebebasan Hidup Sehat

#BreaktheBias to Go #BeyondtheLimit: Pentingnya Melampaui Batas Bias Gender Untuk Kebebasan Hidup Sehat

Kemarin tanggal 8 Maret, kita semua merayakan Hari Perempuan Sedunia. Kebetulan, tema yang diusung untuk campaign tahun ini adalah “gender equality today for a sustainable tomorrow” yang direpresentasikan lewat tagar #BreaktheBias. Untuk itu di hari Minggu yang semoga cerah ini, minimin ingin mengajak minimates bersama-sama merefleksikan kembali progres yang telah kita capai dalam memperjuangkan hak-hak kita sebagai perempuan, terutama soal kebebasan perempuan dalam dunia kesehatan dan kebugaran. 

 

minimin percaya bahwa semua perempuan punya kapasitas untuk berada dan ikut berkontribusi di setiap sudut fitness industry. Setiap perempuan berhak melakukan olahraga yang mereka sukai tanpa harus mengorbankan apapun yang mereka miliki, baik fisik maupun mental. Hal ini bisa dicapai lewat banyak hal, mulai dari menciptakan tempat gym yang aman dan ramah untuk mereka, menggaungkan prestasi mereka di bidang olahraga, sampai memberikan kebebasan bagi mereka untuk ikut fighting sports atau olahraga apapun yang dianggap ‘terlalu maskulin’. 

 

Namun, kita semua tahu bahwa kenyataannya kadang nggak seperti itu. Masih banyak sekali hal yang harus kita perjuangkan agar hambatan-hambatan terutama ketidaksetaraan gender bisa diminimalisasi, bahkan dituntaskan. Bias gender sendiri masih seringkali jadi hambatan terbesar para perempuan untuk berproses dan berprogres demi kesehatan dan kebugaran mereka. 

 

Hal ini bisa ditunjukkan dengan seringnya fitness experts atau atlet-atlet perempuan yang dipandang sebelah mata karena dianggap tidak sekompeten laki-laki. Belum lagi, mereka seringkali hanya dipandang sebatas daya tarik fisiknya saja. Ketimpangan inilah yang menyebabkan adanya kesempatan yang tidak merata antara laki-laki dan perempuan. Perempuan akhirnya harus berbesar hati untuk menyingkir dari dunia fitness yang dianggap terlalu maskulin untuk mereka dan membentuk komunitas sendiri yang dianggap mampu menjadi safe space bagi mereka. Hal ini tentu saja tidak adil bagi mereka karena seringkali akhirnya mereka hanya dianggap sebagai faktor pendukung yang keberadaannya bukan prioritas dan utama. Perempuan akan terus berada di bawah bayang-bayang kaum laki-laki. 

 

Padahal, konsep gender sendiri sebenarnya hanyalah tembok semu yang tentu saja bisa didobrak. Jadi sekali lagi inilah saatnya kita melampaui batasan berupa bias gender itu untuk menciptakan ekosistem yang bebas bias, stereotip, dan diskriminasi. Kita bisa kok bersama-sama membangun fitness realm yang bisa merayakan dan mengapresiasi perbedaan; fitness realm yang beragam, adil, dan inklusif. 

#breakthebias international women's day

Photo by Vonecia Carswell on Unsplash

Lewat #BreaktheBias serta event #BeyondtheLimit yang sedang diselenggarakan miniletics, harapannya kita bisa bersama-sama mengusahakan ruang yang ideal untuk siapapun yang ingin hidup sehat dan bugar tanpa terkecuali, misalnya lewat kelas-kelas workout dan webinar yang bisa diakses secara gratis. minimin juga berharap semoga minimates bisa melampaui batasan-batasan yang menghambat progres minimates, terutama batasan berupa bias gender. Keep your chin up, sisters!

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

Loading...