IDR
  • IDR

Enjoy Free Shipping for every purchase above IDR 400K

Sudah Cut Out Gula Tapi Gula Darah Tetap Naik Setelah Makan? Yuk Pelajari Bagaimana Makan Memengaruhi Gula Darah

Sudah Cut Out Gula Tapi Gula Darah Tetap Naik Setelah Makan? Yuk Pelajari Bagaimana Makan Memengaruhi Gula Darah

Sudah susah payah cut out gula dari pola makan, tapi gula darah dan berat badan nggak kunjung stabil. Sebenarnya apa sih yang terjadi? 


Di artikel kali ini, minimin akan berbagi informasi mengenai bagaimana makan memengaruhi gula darah. Semakin banyak kamu tahu tentang bagaimana makan memengaruhi gula darah, semakin baik juga kamu melindungi diri dari diabetes. Jika kamu seorang penderita diabetes, penting untuk mengetahui bagaimana makan memengaruhi gula darah. 

Apa itu gula darah? 

Gula darah, atau biasa disebut glukosa darah, berasal dari makanan yang kamu makan. Tubuh kamu membentuk gula darah dengan mencerna makanan menjadi gula yang beredar di pembuluh darah kita. 


Gula darah selanjutnya digunakan untuk energi. Gula yang nggak diperlukan untuk bahan bakar tubuh kita kemudian disimpan dalam sel untuk digunakan nanti. Makanya, konsumsi gula secara berlebihan juga akan menjadi faktor utama dalam kerusakan fungsi organ serta hormon, seperti diabetes dan jantung. 

Apa yang terjadi ketika kamu makan?

Tubuh kamu memecah semua yang kamu makan dan menyerap makanan di berbagai bagiannya. Bagian-bagian ini meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan nutrisi lainnya. 

  • Karbohidrat yang kamu konsumsi berubah menjadi gula darah. Semakin banyak karbohidrat yang kamu makan, semakin tinggi kadar gula yang akan kamu keluarkan saat kamu mencerna dan menyerap makanan. 
  • Selain itu, karbohidrat dalam bentuk cair diserap lebih cepat dibandingkan dengan makanan padat. Jadi minum soda akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah kamu lebih cepat daripada makan sepotong pizza.
  • Serat adalah salah satu komponen karbohidrat yang nggak diubah menjadi gula karena nggak bisa dicerna oleh tubuh. Makanya, serat jadi salah satu komponen yang penting untuk kesehatan karena memberikan keseimbangan pada tubuh dan baik untuk gut microbiome
  • Protein, lemak, air, vitamin, dan mineral nggak mengandung karbohidrat. Jadi, karbohidratlah yang punya dampak terbesar pada kenaikan gula darah. 
  • Jika kamu menderita diabetes, asupan karbohidrat kamu adalah bagian terpenting dari diet kamu untuk dipertimbangkan dalam mengelola kadar gula darah kamu.

Makanan tinggi karbohidrat

Makanan yang menghasilkan lonjakan gula darah terbesar adalah makanan yang tinggi karbohidrat olahan. Makanan ini meliputi:

  • produk biji-bijian putih, seperti pasta dan nasi
  • kue
  • roti putih
  • sereal olahan dingin
  • minuman manis

Jika kamu memperhatikan asupan karbohidrat, kamu nggak perlu menghindari makanan ini. Sebagai gantinya, kamu harus berhati-hati dengan ukuran porsi dan menggantinya dengan biji-bijian utuh jika memungkinkan. Semakin banyak makanan yang kamu makan, semakin besar jumlah gula yang akan kamu serap.


Makan makanan campuran sangat membantu. Protein, lemak, dan serat membantu memperlambat pencernaan karbohidrat. Ini akan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.


Seberapa sering kamu makan di siang hari juga penting. Cobalah untuk menjaga kadar gula darah kamu tetap konsisten dengan makan setiap 3 hingga 5 jam. Tiga kali makan bergizi sehari ditambah beberapa camilan sehat biasanya dapat menjaga gula darah tetap stabil.


Jika kamu menderita diabetes, dokter kamu mungkin merekomendasikan jumlah karbohidrat yang dapat kamu konsumsi untuk makanan dan camilan. kamu juga dapat bekerja dengan ahli diet yang akrab dengan diabetes yang dapat membantu merencanakan makanan kamu.


Tingkat kesehatan, usia, dan aktivitas kamu semuanya berperan dalam menetapkan pedoman diet kamu.


Cover Photo by Kyle Nieber on Unsplash

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

Loading...