IDR
  • IDR

Enjoy Free Shipping for every purchase above IDR 400K

Zeenea Latifa: “Gara-gara Yoga, Sabar Sekarang Sudah Seperti Nama Tengahku”

Zeenea Latifa: “Gara-gara Yoga, Sabar Sekarang Sudah Seperti Nama Tengahku”

Yoga bisa jadi media untuk menyalurkan energi kita. Inilah yang dilakukan Zeenea Latifa selama kurang lebih 12 tahun sejak pertama kali ia mengenal yoga. Lambat laun, nggak hanya keahlian yoga yang Kak Zee dapatkan, tapi juga kesabaran dan kemampuan menyalurkan energi lewat hal-hal positif, seperti yoga dan berbagi ilmu dengan orang lain. 

YOGA SEBAGAI WADAH PENYALUR ENERGI BERLEBIH

Kak Zee mengawali perjalanannya dengan yoga lewat video-video YouTube. Saat itu di tahun 2010, ashtanga yoga yang diajarkan Pattabhi Jois jadi pilihannya karena dia ingin memahami lebih dalam gerakan-gerakan yoga sebelum masuk ke yang lebih jauh.


Di tengah-tengah menekuni yoga, Kak Zee akhirnya memutuskan untuk pergi ke Nepal untuk meditasi selama 3 minggu. Saat proses meditasi, nggak disangka monk yang memandunya mengatakan bahwa energi yang ada di dalam diri Kak Zee terlalu banyak jika digunakan untuk meditasi. Monk tersebut memberi saran agar nggak terlalu sering melakukan meditasi dan sebaiknya menyelingi meditasi dengan sesuatu yang bisa menyalurkan energinya. 


Di sinilah akhirnya Kak Zee memilih yoga, hal yang sudah dia lakukan dua tahun belakangan, sebagai wadah untuk menyalurkan energinya yang berlebih, “Sudah jalannya kali, ya? Akhirnya setelah itu aku makin tekun belajar yoga.” 


Karena minimin penasaran bagaimana caranya tahu kapasitas energi yang kita miliki, Kak Zee menjawab bahwa dia sendiri juga tidak tahu bagaimana caranya melihat energi pada diri seseorang. Ketika melakukan meditasi di Nepal, monk-lah yang membantunya untuk mengidentifikasi kapasitas energi yang dimilikinya, “Seorang monk kan ilmunya sudah tinggi, jadi beliau bisa melihat cakra, emosi, energi, aura, serta apa yang bisa kita lakukan untuk menyalurkan aspek-aspek tadi lewat sesuatu selain meditasi. Nah, jadi beliau menyuruh aku untuk menyalurkan semua energi aku yang kebanyakan ini untuk berbagi ilmu ke orang lain.” 

BANYAK MURID YANG JADI SUKA YOGA

Di tahun 2015 setelah berhasil menekuni yoga dan semakin terbiasa melakukannya, akhirnya Kak Zee mengikuti teacher training bersama Bu Dini Maharani, seorang praktisi yoga kondang. Setelah menyelesaikan pelatihannya, dia mulai membuka kelasnya sendiri yang kebanyakan merupakan kelas vinyasa power yoga dengan daily practice memakai ashtanga, “Atau kadang aku campur antara ashtanga dan vinyasa supaya ada variasinya.” 


Saat minimin tanya soal motivasinya menjadi seorang yoga teacher, Kak Zee lantas menjawab kalau dia jatuh cinta dengan yoga dan suka berbagi apa yang sudah dia pelajari dari yoga. Momen mengajar dan berbagi memberinya kepuasan tersendiri terutama ketika melihat murid-muridnya banyak yang jadi suka yoga dan mendapatkan manfaat yang begitu berlimpah, “Aku merasa bisa merangkul mereka untuk suka yoga juga dan akhirnya terbukti banyak dari mereka yang berpikir kalau yoga memang sedahsyat itu. Kalau nggak yoga sehari rasanya ada yang kurang.” 


Namun, ada juga yang akhirnya nggak menemukan koneksi dengan yoga dan Kak Zee menganggapnya sebagai hal yang wajar, “It’s okay, sih, tapi untungnya rata-rata murid-muridku banyak yang jadi stick to yoga dan jarang yang akhirnya melepas karena memang banyak yang merasakan manfaatnya.” 


Hal-hal hebat juga jadi datang ke hidup murid-murid Kak Zee, “Banyak dari murid-muridku yang awalnya nggak bisa sama sekali, bahkan pose simpel seperti downward dog dan plank, jadi bisa. Mereka juga jadi tahu apa yang mereka lakukan ketika yoga. Pokoknya mereka nggak stop berproses sih kuncinya.” 

zeenea latifa miniletics beyond the limit

MERASAKAN DAHSYATNYA YOGA

Bicara soal dahsyatnya efek yoga, banyak yang berubah dari Kak Zee semenjak yoga dan dia mengaku yoga membawa hikmah yang sangat besar untuk hidupnya, terutama untuk kestabilan emosinya. Sebagai seseorang yang dulunya emosional dan tidak sabaran, sekarang dia merasakan emosinya jadi jauh lebih stabil dan dia jauh lebih sabar, “Sabar tuh sekarang sudah seperti jadi nama tengahku,” ungkapnya sambil tertawa. 


Kak Zee menambahkan bahwa hidup itu memang soal sabar, dan yoga pun demikian, “Kamu nggak bisa langsung dapat apa yang kamu mau dalam hidup, kan? Ya sama juga seperti yoga.” Dia lalu memberi contoh ketika kita melakukan iyengar yoga, kita pasti selalu ingin cepat bisa melakukan downward dog pose, “Padahal it takes time. Kalau misalkan nggak diulang-ulang terus ya nggak akan bisa. Nah, di sini sabar harusnya berperan.” 


Sama halnya dengan ego. Kak Zee percaya kalau sebagai manusia kita nggak bisa terus egois. Makanya penting untuk belajar meredam ego ketika kita belajar yoga, “Selama mengajar, aku bisa melihat mana murid yang cuma buat pose saja atau mana murid yang terlalu ambisius ingin menguasai suatu pose. Ini kan sebenarnya ego mereka yang sedang berperan. Padahal harusnya nggak seperti itu kan tujuannya?” Kak Zee mengharapkan ada komitmen untuk menjadikan yoga sebagai long-term activity dan gaya hidup yang bisa mendatangkan manfaat, daripada sebagai pemuas ego semata. 

RECHARGE ENERGY WITH POWER

Kak Zee berharap kelasnya “Vinyasa Yoga: Recharge Your Energy” yang diadakan di pagi hari bisa benar-benar mengisi kembali energi positif dan jadi moodbooster buat minimates agar bisa merasa segar dan lebih enak menjalani hari, “Karena yoga pagi kan bikin segar badan dan pikiran.” 


Nggak hanya itu, Kak Zee juga memberikan sedikit bocoran soal apa yang nanti akan dia ajarkan di kelasnya. Menurutnya, recharge energy bisa dilakukan lewat yoga yang lebih mengandalkan power, “Tapi tergantung sih, karena beda guru beda juga cara recharge-nya. Aku lebih suka mengajar vinyasa power yoga dan kelasku memang lebih berpower karena memang untuk aktivasi tubuh.” Jadi, nanti minimates bisa mendapatkan moodbooster sekaligus energy booster lewat kelas Kak Zee yang powerful dan dilakukan di pagi hari. 


Wah, minimates siap nggak, nih? Jangan lupa registrasi terlebih dahulu, ya! 

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

Loading...