IDR
  • IDR

Enjoy Free Shipping for every purchase above 400K rupiah

#SerenitySunday: Live Happily dengan Regulasi Emosi

#SerenitySunday: Live Happily dengan Regulasi Emosi

Hi, minimates! Pastinya kamu pernah kan ngerasa emosi lagi naik-turun? Di waktu-waktu tertentu, kita akan merasakan intensitas emosi kita meningkat dan hal itu pasti memengaruhi kegiatan sehari-hari. Terus gimana mengatasinya minimin? Tenang, kali ini minimin akan kasih tau caranya.

Kamu pernah mendengar istilah regulasi emosi, enggak, minimates? Kali ini, minimin akan membahas seputar regulasi emosi dan bagaimana cara mencapainya lewat praktik-praktik mindfulness. Sebenarnya, apa sih regulasi emosi itu? Regulasi emosi adalah cara seseorang untuk mengatur emosi-emosi yang ada di dalam dirinya. Dengan meregulasi emosinya, seseorang berarti telah memberikan respons yang tepat secara sosial. 

Regulasi emosi sendiri bisa kamu lakukan secara sadar maupun enggak sadar. Regulasi emosi yang dilakukan secara sadar memerlukan pengamatan secara sadar terhadap situasi yang dihadapi. Hal ini juga disertai upaya-upaya tertentu untuk mengelola emosi yang kita rasakan. Sedangkan, regulasi emosi secara enggak sadar seringkali kita lakukan secara enggak sengaja. Biasanya terjadi ketika kita berusaha melakukan kegiatan-kegiatan untuk menghindari merasakan emosi tersebut.

Photo by Hello I'm Nik on Unsplash

Lalu, bagaimana caranya meregulasi emosi? Menurut James Gross dalam artikelnya yang berjudul ‘The Emerging Field of Emotion Regulation’ (1998), ada lima cara yang bisa kita lakukan untuk meregulasi emosi kita:

  1. Memilih situasi

Kita bisa mulai dengan memilih situasi dan emosi mana sih yang bakal lebih menguntungkan. Misalnya, ketika kita bermasalah dengan teman, kita memutuskan untuk membicarakannya sambil makan siang bersama, alih-alih marah kepadanya. Memilih situasi dan emosi yang tepat juga dapat memberikan manfaat jangka panjang lho, minimates!

  1. Mengubah situasi

Mengubah situasi yang melibatkan peningkatan intensitas emosi juga bisa dilakukan lho. Kita bisa banget mengubah situasi sesuai keinginan kita agar emosi yang kita rasakan bisa teralihkan. Misalnya, minimates bisa bekerja sembari mendengarkan musik yang upbeat untuk menambah semangat minimates dalam bekerja dan mengurangi rasa tegang. 

  1. Mengalihkan perhatian

Biasanya, kita terlalu memberi perhatian lebih terhadap emosi yang kita rasakan. Kalau itu emosi positif sih, rasakan saja sepuasnya. Namun, ketika emosi negatif yang menyambangi diri, kita bisa banget lho menarik perhatian kita darinya. Misalnya, ketika seseorang enggak menyukai kita, mungkin saja kita merasa sedih. Namun, ketika rasa enggak suka itu enggak beralasan, baiknya kita enggak menghiraukannya dan melanjutkan hidup kita. Kadang menutup telinga dan mata dari hal-hal yang di luar kontrol kita itu  sangat diperlukan lho, minimates. 

  1. Menilai situasi

Menilai situasi artinya kita memberi label pada situasi yang dihadapkan pada kita. Misalnya, minimates mendapat kritik dari seseorang. Alih-alih menyebutnya sebagai sentimen pribadi, akan lebih baik jika kita menjadikan hal itu sebagai motivasi agar bisa jadi lebih baik lagi.

  1. Menahan respons emosi

Terakhir, jika semua hal di atas sudah dilakukan dan kita tetap merasakan emosi negatif, hal yang mungkin bisa dilakukan untuk menjaga agar situasi tetap kondusif adalah menyembunyikan respons emosi kita. Kita mungkin pernah marah banget sama seseorang sampai ingin melakukan konfrontasi. Namun, jika hal itu enggak memungkinkan, kita bisa mencoba menahan emosi kita dan bercerita ke orang yang kita percaya agar kita tetap mendapatkan win-win solution.

Nah, itu dia cara-cara yang bisa kita lakukan buat meregulasi emosi kita di depan orang lain ya, minimates. Kemampuan untuk meregulasi emosi itu memang butuh latihan. Mungkin untuk langkah awalnya, minimates bisa mulai dengan memperhatikan kebutuhanmu, seperti tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi, serta mengubah pola pikir. Membangun kebiasaan kecil seperti membaca buku 30 menit per hari dan mindful walk juga bisa minimates lakukan buat menyalurkan emosi yang minimates rasakan lho. Intinya, apapun emosi yang kita rasakan, semua itu valid, minimates.

 

Cover Image by Hello I'm Nik on Unsplash

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

Loading...